It Began at L.A. Light Indie Movie 2013

November 04, 2015 2 Comments A+ a-

Assalammu'alaikum Wr. Wb.

Haaaaai, udah awal november aja nih! Ga berasa tahun 2015 ini Achi ngelewatin banyak bulan tanpa postingan lagi. Alasan sibuk kayaknya udah klise banget ya. Tapi beberapa bulan lalu, Tugas Akhir emang nyita banget waktu dan lemak di pipi Achi sih. Jadi yaaaa, mau gimana lagi hehehe

Sebagai gantinya, hari ini Achi bakal share topik yang udah dari 2 tahun lalu tertunda. Tentang apa yaaaaa? Apa hayoooo? Yuk yuk kebawahin lagi pagenya! J





Nah, dari judul atasnya sih udah jelas ya. Indie Movie.
Teruuuuuus, apa hubungannya indie movie yang bakal Achi bahas, sama ALFAMART? Jawabannya...

Ga ada :) 

Udahlah ya, dilanjut aja bacanya hahaha




Sedikit mereview salah satu postingan Achi di tahun lalu tentang Flashback, Achi pernah cerita tentang pengalaman Achi ikut Event L.A. Light Indie Movie 2013. Kenapa Achi bahas ini lagi, karena bisa dibilang acara ini adalah awal dari momentum yang ga pernah Achi duga.

Fyi, LA. Light Indie Movie atau disingkat LAIM adalah festival film tahunan yang diselenggarakan oleh SET FILM, dan diadakan di beberapa kota besar di Indonesia. Diawali di Jakarta yang bertempat di TIM pada 13 Maret 2013, berlanjut ke Bandung 16 Maret 2013, Malang 20 April 2013, dan berakhir di Kota Yogyakarta pada 27 April 2013.

Dulu tuh jaman-jamannya ini adalah masa-masanya Achi masih berambisi sama Film Making. Jadi pas dapet kabar kalo satu jurusan Achi mau dateng ke Event ini, ga pake mikir ba-bi-bu langsung "IYA, GUE IKUUUT!" Padahal besoknya ada ujian presentasi spektakulernya Mam Sri :'D

Please say 'Hi' to Main Gate! hahaha
(source: nyunyu.com)
Setibanya di main gate itu, kita bakal disuruh konfirmasi kehadiran di Corner Registration. Di sana bakal dapet 1 paperbag yang isinya marchindise kayak notebook, schadule book berbentuk clipperboard, ID card, apalaginya lupa hehehe. Dan karena sponsor tunggal event ini adalah LA. Light, rokok mild menjadi salah satunya di paperbag itu.


Seperti yang diketahui tradisinya anak kekinian yang lagi dateng ke event, pertama kali yang mereka lakuin adalah Photo Booth. And here we are, penampakan beberapa personil dari squad #MultimediaSyariah yang ikut LA Indie Movie 2013.

Dari kiri: Pudji, Ani, Nca, //abaikan//, Tyas

Q: Ada apa aja sih di sana?

Baaaaaanyak! Mau nyari apa sih? Dari mas-mas yang jagain parkiran, jualan frutang, sampe Reza Rahardian? ADA! Cuma satu sih yang gaada. Jodoh kamu :') (halah)

Buat rangkaian acaranya sendiri, LAIM ini terdiri dari workshop, presscon, dan challenge. Karena bus kampus Achi baru sampai sekitaran tengah hari bolong, kita melewati beberapa workshop di pagi hari. Dan pas banget tiba di sana, ternyata presscon beberapa pelakon sineas sedang berlangsung. Tahun 2013 lalu di kalangan actor aktris yang datang presscon itu meliputi Reza Rahardian, Prisia Nasution, dan Abimana.

Suasana Presscon LAIM 2013

Selain presscon dan workshop, ada lagi yang paling seru di LAIM yaitu challange yang bisa dicoba tanpa batas. Kamu mau nyoba lebih dari 3 challenge, boleh banget! Sistemnya itu kan festival, jadi banyak booth-boothnya gitu. Dan di booth-booth itu, tersedia challenge sesuai dengan divisi film indie pada umumnya.

Contoh, Booth Director. Di booth itu kita ditantang untuk jadi Sutradara dadakan. Udah ada skrip, telents, dan bangku ala-ala sutradara gitu deh. Seinget Achi sih ada 10 divisi. Director, DOP, Wardrobe, Art Director, Video Editing, Video Effect, Action, Idea Drop Box, dan apa laginya lupa hehe

Ini nih para talent yang siap kita direct di Booth Director

Ohya ada tempat khusus juga lho namanya Idea Drop Box, di mana kita bebas masukin ide-ide film di kepala kita, yang kalau beruntung, ide itu bisa aja direalisasiin sama mereka. Seru kaaaaan? 


Nah ini dia Zone Idea tempatnya Idea Drop Box berada

Buat yang super PD, kayaknya pas banget ikut challange acting. Sistemnya sama kayak casting. Ohya, sebelum action perkenalin diri dulu ya kayak gini...

Salah satu senior Achi yang nyoba challenge Acting
Pudji & Kokom juga lagi serius ngafalin skrip nih

Kalau ngomongin soal Film Making, salah satu obsesi Achi saat itu sebenernya jadi Sutradara. Tapi ga tau gimana, di event itu Achi malah ikut Challenge Art Director. Challengenya sih disuruh ngedekor ruangan dengan properti unyu-unyu yang udah disediain di sana. Padahal dulu Achi ga ngerti jobdesk Art kayak apa. Bener-bener didasari dari niat ISENG DOANG. Seriusan. Karena Achi doyan ngatur-ngatur properti gitu, jadi ikut challenge ini enjoy banget :D

Ini pas Ani lagi challenging

Nah kalau udah selesai ngedekor, bakal ada mas-mas polaroid(?) yang bakal mengabadikan hasil nge-art kita. Dan ada satu juri juga yang bakal komentarin hasil dekor kita itu.

Taraaa! Ini lho polaroid achi :)

Di LAIM itu juga untuk pertama kalinya Achi ketemu langsung sama Alm. Didi Petet dan foto bareng.


Selepas malam, masih ada 2 workshop lagi yang terjadwal di hari itu. Dan salah satunya adalah workshop tentang SCRIPT WRITING. Apalagi narasumbernya salah satu scriptwriter favorit Achi, Salman Aristo. Tau film cinta segitiganya Fahri, Aisyah, dan Maria kan? Yup, Om Salman ini orang dibalik naskah Film Ayat-Ayat Cinta. Dulu juga tuh Achi masih punya passion di dunia script writing ini. Jadi yang pasti, ga mungkin Achi lewatin workshopnya.

Kurang lebih ini suasana workshop super santainya Om Salman
After workshop, curi-curi kesempatan foto bareng biar kayak anak gawl wkkk

Finally, sampailah pada suatu titik klimaks hari itu. Waktu itu tepat pas Achi sama beberapa temen Achi mutusin buat balik duluan naik kereta, kejadian itu terjadi.
Yup.....ketika nama lengkap Achi tiba-tiba disebutin sama salah seorang crew event, dan diikutin dengan munculnya notif sms ini...

My Historic Text

APA? MEET THE PRODUCERS?????

iyaaa :')

Jadi tuh...fungsi adanya challenge di booth-booth itu bukan just for fun aja lho. Tapi secara ga langsung, ketika kita ikutin challenge-challenge itu kita diseleksi. Seleksi buat apa? 

Buat ketemu para producer, diwawancarai, and then kalo kita kompeten...kita bakal jadi salah satu tim produksi indie movie yang akan didanai merekaaaaaaaaaaaa!

GILA KAN? 

Sumpah, Achi baru pertama kali ikut event ini, dan dateng ke event ini pun karena passion. Nyoba challenge Art Director pun juga iseng. Tapi kejutan ini bener-bener asdfghjkl. Ga tau deh, ga bisa diungkapin. Tanya aja temen Achi yang liat Achi galau pangkat 4 pas malam itu. Bahkan gara-gara kejadian itu pun Achi jadi dapet predikat Miss Galau -_-

Mungkin kalo ditanya, "when your the most 'galau' day ever?" Achi bakal jawab HARI ITU!
Bukan aja karena masih ga percaya, tapi tuh Achi gatau mau bawa apa besok. Portfolio? Nyoba nge-ART aja baru hari itu. Ditambah yang paling bikin galau, besok itu presentasi Mam Sri!


Singkat cerita, besoknya Achi dateng ke TIM bareng Tyas yang juga lolos Art Challenge. Rada lupa-lupa inget sih waktu itu dapet urutan maju nomor 19 kalo ga salah. Dan nomor 19 itu pun Achi maju sekitar jam 1-an. Karena event ini udah 2 tahun silam terjadinya, Achi agak-agak lupa. Pokoknya Producernya itu ada 3 orang, dan salah satunya adalah Marcella Zailanty. Yang paling Achi inget sih waktu itu dia masih hamil. 

Kurang lebih begini suasana interviewnya

Meski awalnya berasa tegang, tapi pas giliran maju dan duduk di atas sana, suasananya santai dan enjoy banget. Asik pokoknya.


Sebenernya dari ke-50 finalis itu dipilih satu dari masing-masing divisi, hingga total timnya hanya 10 orang. Presentase harapan Achi buat masuk pun.... udah mencapai lebih dari 50%. Karena bisa dibilang, kemungkinan besar yang dipilih itu ga lain salah 1 dari Achi dan Tyas. Karena divisi Art yang datang cuma 3 orang, dan 1 orang sisanya juga pulang lebih dulu dari kita. Tapi karena kepolosan kita juga, hampir menjelang magrib Achi sama Tyas malah balik pulang, karena kita kira pengumumannya ga mungkin hari itu juga. Padahal, secara logika mana mungkin diumumin di hari yang berbeda. Dan benar...orang yang harusnya masuk sebagai Art Director di crew indie movie 2013 itu adalah .....

















Tyas.


Indie movie memang menjadi salah satu titik balik di hidup Achi. Tapi ibarat sebuah cerita, akhirnya hanya punya 2 pilihan. Bahagiakah? Atau sedihkah?
Dan katakanlah, ujung cerita Achi ini sad ending atau ga sesuai harapan. Tapi ga ada satupun hal yang terjadi sia-sia, kan?


Awalnya munafik sih kalo Achi bilang ga kecewa. Achi bahkan nangis sampai rumah karena saking kecewanya hahaha. Tapi jujur aja Achi ga lagi nyesel karena ga kepilih masuk 10 besar dan jadi bagian dari crew indie movie. Karena apa? Karena bisa masuk 50 besar itu aja udah jadi sesuatu yang luar biasa. Ngebayangin jalan sejauh itu pun ga pernah sama sekali terlintas. Mungkin ini salah satu achievement tertinggi yang pernah Achi capai. Seengganya untuk hal yang ga pernah Achi prediksiin terjadi. Kayak yang pernah Achi bilang di postingan sebelumnya tentang Personal Branding, lomba menjadikan apa yang kita lakukan berkualitas satu tingkat dibanding saat kita ga ikut lomba. Dan di kompetisi LAIM ini, Achi merasa udah melakukan hal yang cukup berkualitas untuk hidup Achi. Siapa yang nyangka kalo saat itu Achi ga iseng nyoba challenge, Achi sampai sekarang ga tau kalo Achi punya hal yang berlebih di bidang Art. Achi ga pernah tau kalo di film itu ada bagian yang sangat menyenangkan seperti mengatur properti ini dan itu. Dan terkadang kita perlu mengalami kegagalan sebelum akhirnya sadar bahwa kita punya suatu potensi dalam diri yang belum diketahui. 


Setelah kejadian itu, Achi gabung di komunitas Film Maker Depok bareng partner in crime Achi, Nca. Dia salah satu founder komunitas itu sebenernya haha. Dan, karena kejadian itu juga, Achi jadi lebih Percaya Diri untuk ambil bagian di Film Indie sebagai Art Director. Udah 2 kali lho Achi jadi Art Director di film-nya FMD. Film pertama FMD yang berjudul "Hujan" dan di Film pertama Female FMD yang berjudul "Di Batas Senja". Berkat FMD itu juga Achi ketemu Bang Qhitink yang ternyata seorang Art Director, dan udah punya segudang pengalaman di Film Layar Lebar. Seinget Achi dia salah satu anak Art-nya Film Raditya Dika - Marmut Merah Jambu, dan Bajaj Bajuri The Movie.

Kan? Ga ada satu hal pun lagi yang harus disesalin. Kalau emang udah jalannya, ya tinggal dihadapin aja. Achi jadi sadar kalau seseorang punya cara hidupnya yang berbeda. Dan hidup punya ambisi itu ga sesuai buat Achi. Itu terbukti dari kejadian tentang Indie Movie ini. Ketika Achi pulang malem itu dan langsung nangis karena kecewa, mungkin karena sadar ga sadar, Achi pun punya ambisi untuk menang. Sadar ga sadar, Achi punya ambisi dan keyakinan berlebih untuk jadi yang terbaik. Emang sih Achi cukup setuju sama pernyataan salah satu pelukis asal spanyol, Salvador Dali ini...

(source: quotesgram.com)

Berambisi hal yang bagus. Tapi terkadang, ga bisa mengendalikan kadarnya itu yang jadi masalah.

Jadi mulai sekarang, Achi jadi lebih let it flow aja. Mungkin karena terlahir easy going juga. Seengganya untuk sekarang dan seterusnya, semua hasilnya terserah Allah mau ngasih apa. Yang terpenting tawakal. Berusaha sampai batas maksimal, berdoa, dan untuk hasilnya sesuai harapan ya bersyukur, ga sesuai yaa... nothing to lose :)


Karena yakin aja, akan selalu ada hal positif di balik kejadian senegatif apapun. 
Anyway, makasih LA Light Indie Movie, berkat kejadiin itu Achi nemu satu lagi passion Achi. Art Director.


Well, selamat soreee!

bonus, anggap aja pengganti obat nyamuk (?) hahaha
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

2 komentar

Write komentar
16 November 2015 14.38 delete

FOUNDEERR NHAAOOON ( ;-___-)

Reply
avatar
11 Januari 2016 02.26 delete

udeeh, iyain gue aja napa :"D

Reply
avatar