Throwback 2015

Desember 30, 2015 3 Comments A+ a-

Hallo!

Ga berasa setahun berlalu, sejak terakhir Achi posting tentang Throwback di penghujung desember 2014. Sekarang, tahun 2015 nyaris menemui hulunya , dan hal itu cukup jadi pertanda buat Achi yang harus kembali mem-posting annual rubric di blog ini, Throwback 2015.

Ibarat sebuah pohon, semakin lama semakin banyak daun yang gugur, dan semakin lama itu pula, batang-batang baru akan tumbuh. Kehidupan rasanya juga punya kinerja yang sama. Tahun ini, banyak hal yang harus rela untuk dilepas, dan banyak hal pengganti lainnya yang datang.







Di tahun 2015 ini adalah masa-masa terberatnya dalam kuliah. Penderitaan jadi seorang mahasiswi tingkat akhir udah mulai terasa di awal tahun. Fase magang 3 bulan di Majalah anak adalah pembukaannya.

Bukan perihal pekerjaan magang, karena sejujurnya aja magang Achi kali ini benar-benar NYANTAI. Tugasnya ga banyak, tempatnya cukup kondusif, orang-orang kantor yang humble, cuma ya gitu, jarak jadi alasan mager tiap harinya. Jujur, jarak bukan jadi kendala utama, masalahnya adalah MACETNYA ITU LOH!

Lenteng Agung saat peak hour

Dan di samping magang itu pun bukan berarti urusan kampus dan kegalauan tentang Tugas Akhir ga masuk dalam list. Karena birokrasi kampus Achi yang masih bisa dikatakan cukup...berantakan, jadi antara magang dan tugas akhir berasa tumpang tindih. Ini adalah kendala terbesar karena keduanya jadi ga bisa fokus. And see? Ngga ada satupun dari dua hal itu yang hasilnya maksimal.

Sempet ngerasain yang namanya terpuruk sampai ke paling dasar (sebagai mahasiswa), karena terancam ga ikut sidang. Bahkan di saat rasanya ada kesempatan kedua, di saat itu juga ada orang yang ga berperasaan bilang “Kamu kena 6+,” dan berhasil meluluh-lantahkan harapan saya.

Sebelum akhirnya sidang di tanggal 10 oktober lalu pun, beberapa kali Achi ngalaimin namanya fase up-down. Udah ga keitung rasanya nyoba buat ikhlas dan... “Ok, gapapa 6+. Nanti cari part time buat bayarnya,” atau “Gapapa wisuda tahun depan, setengah tahun kan bisa kerja dulu.”

Tapi di saat saya mulai ikhlas, saat itu juga ada harapan. Tapi di saat saya mau ambil harapan itu, ada aja hal yang terjadi dan seketika saya kembali ke posisi saya semula, down.

But finally, seperti pepatah klise—semua akan indah pada waktunya. Rasanya kegalauan 6 bulan gara-gara mabok dreamweaver, css, javasript, boostrap, adobe muse, dan semua tetek-bengek tentang coding, terbayar sudah. At least, sidang kelar dan revisi ga banyak. Jujur aja dulu malah ga kepikiran mau wisuda, yang penting sidang aja dulu hahaha.


Akhirnya wisuda bareng :)


Oh iya, karena ngerjain TA ini juga Achi ngerasain lagi yang namanya ‘kangen dimasakin sarapan sama nyokap’. Menjelang pengumpulan proposal, Mama Achi sempet tinggal beberapa hari di kontrakan. Yang biasanya tiap hari mikirin mau makan apa, ini udah dihandle sama mama. Terus tiap masih begadang sampe jam 2an, mama Achi suka kebangun terus ngingetin Achi buat tidur. Atau kalo Achi mau begadang, biasanya tidur dulu dari jam 8 malem sampe jam 10an, nah Mama Achi jadi alarm kedua setelah handphone. Hehehe. Cuma yang paling berasa ya pas nyiapin sarapan. Sampe disuapin roti bakar saking ribetnya pagi-pagi mau ngejar dosen buat minta tanda tangan. hehehehe

Mah, anaknya udah wisuda nih hihihi

Di tahun 2015 ini juga Achi beberapa kali punya pengalaman jadi volunteer event. Terakhir jadi volunteer event itu pas di Anti Corruption Film Festival 2013 lalu, dan itupun karena diajak sama Nico. Tapi kalo pengalaman volunteer di tahun ini, pure karena usaha Achi sendiri J

Pertama, jadi volunteer event The 90’s Festival di awal bulan november, The Jakarta Marathon di pertengahan november, dan terakhir di KACF atau KopiKeliling Arts and Coffee Festival di akhir bulan november. Ya, semua di bulan november karena saat itu achi bener-bener lagi free dari apapun! Udah ga pernah ke kampus, tinggal nunggu wisuda sama ijazah.

Dari kegiatan jadi volunteer event itu Achi jadi kenal sama banyak orang dan koneksi semakin luas. Dan yang paling asik lagi, bisa dateng ke eventnya GRATIS! Hehehehe

Di The 90's Festival

Menjelang akhir tahun, Achi dikejutin sama moment yang terjadi di luar ekspektasi. Rasanya ga kepikiran sama sekali bisa ikut Kak Alice beserta Rumah MC yang taping Bigbang Show di Kompas TV. Pernah sih pengen ketemu Andy Noya, bahkan cuma nonton live dari kursi penonton rasanya udah cukup. Tapi gatau kenapa, tiap segala sesuatu yang ga pernah Achi ambisiin malah Achi dapet lebih. Seengganya cukup banget dong ya buat Achi ngerasain satu ruangan tunggu bareng beliau. Atau ga, diingetin makan siang karena AC di studio dingin banget hahahahaha


Kak Alice lagi taping
 
After taping

Jujur aja, ini jadi motivasi. Next time, ketemu Andy Noya-nya bukan karena ikut orang lain lagi, tapi karena diundang langsung sama beliau. AAMIIN YA ALLAH!


Kurang lebihnya itu beberapa moment besar yang terjadi di hidup Achi di tahun 2015 ini. Ada beberapa moment lagi yang ga achi lupain saking membekasnya(?)

Di tahun 2015 ini juga pertama kalinya Achi kena tilang, dan ngurus semuanya sendiri. Kalo dulu pas masih tinggal sama ortu, pasti yang ngurus beginian bokap, tapi karena sekarang Achi berdiri di kaki sendiri, jadi apapun harus dilakuin secara mandiri.

Waktu itu lagi nganterin Kakak Achi ke Bogor, pas pulang nganterin, lewat Pemda dan ternyata ada razia Patujaya. Karena gatau kalo jalur motor dan mobil itu beda, Achi kena tilang deh. Dan sialnya, disuruh ngambilnya di pengadilan. Mamam -___-

Akhirnya dengan bantuan temen Achi yang tinggal di cibinong, Eka Ardi, Achi ngantri di antara bapak-bapak dan mas-mas yang ngerubutin pak polisi di depan pengadilan bogor. Sempet liat ke ruang sidangnya sih sekilas, dan ga bisa bayangin Achi duduk di kursi tersangka di sana, terus diadilin. Alamak -___-

Dan salah satu moment yang paling Achi inget lainnya adalah...

TERBITNYA SPEAKING MAGZ!!!

SpeaKing Magazine yang perdana!

Di tahun ini SpeaKing Magazine udah rilis dua volume. Dan untuk kedua kalinya juga Achi ngehandle projek ini sebagai layouter tunggal. Seneng banget lho, rasanya kayak liat dedek bayi yang baru lahir, dan sekarang lagi belajar merangkak!

Sebenernya dulu banget Achi berpikir pengen banget kerja di majalah. Yang kayak pernah Achi ceritain disini. Dan di tahun 2015 ini, SpeaKing Magazine mewujudkan impian Achi yang satu itu J



Well, di penghujung akhir tahun 2015 ini izinin Achi ucapin terimakasih untuk semua yang berpengaruh besar dalam hidup Achi. Untuk keluarga Achi khususnya Mamah, temen temen multimedia B angkatan 2012, Kak Alice dan RMC, Staff Majalah Aku Anak Saleh, dosen pembimbing khususnya Pak Noor, dan tentunya sama Allah yang udah ngasih banyak kenikmatan di umur Achi yang ke-21 tahun ini. (ih sumpah ya, jadi terharu :'D)

Entah terkadang, kata terimakasih lupa atau ga sempat diucapkan secara langsung. Dan karena tahun 2015 adalah tahun turning point dalam hidup Achi, rasanya wajib untuk bilang terimakasih itu di sini.
2016 adalah tahun yang baru. Tahun awal dimana status mahasiswa udah ga melekat lagi di diri Achi. Jadi ya... harapan tiap tahunnya, semoga selalu ada hal-hal positif yang terjadi di hidup Achi. Aamiin. 

Terakhir, (bener-bener yang terakhir) terimakasih buat kamu yang udah baca sampai sini J hehehe

Bye 2015 !

source: www.ibelieve.com


3 komentar

Write komentar
11 Januari 2016 02.25 delete

bingung mau bales apa -_-

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
22 Januari 2016 12.02 delete

Ini udah kamu bales sis..

Reply
avatar